Jumat, 31 Mei 2013

Trial and Yummy #2: Banana Caramelized Pie

Assalamu'alaikum

Setelah melakukan sebuah langkah besar (menurut saya) dengan mempublikasikan resep trial and error kepada teman-teman, ternyata saya masih dalam kondisi semangat berapi-api untuk melanjutkan tren positif ini. ketagihan untuk menuliskan resep lagi disini. one step closer untuk lebih merealisasikan hobi menjadi karir yang bisa ditekun, aamiin :) Kalau dalam dunia profesional, ada spesialisasi masakan yang diusung secara konsisten oleh tiap chef. Mungkin saya bisa disebut chef spesialis cake and pastry. haha subjektif sih, karena saya menjuluki diri sendiri sesuai dengan ketertarikan saya dengan makanan yang manis dan gurih. namun ga jarang kok saya membuat lauk untuk di rumah. kalau ini lebih ke pemenuhan kewajiban daripada sekedar hobi. hehe. tidak lupa saya menyematkan favorit saya, gurih dan creamy. maka dari itu, saya lebih suka ke makanan Italia yang mengkombinasikan pasta yang al dente dengan sausnya yang lembut, baik yang bolognaise maupun carbonara. hmmm... sup krim jagung juga masuk dalam fav list saya (padahal wong jowo tapi nggaya) ya gpp, itu kan masalah selera. bagaimana pun juga cinta pertama saya hanya untuk sambal terasi ikan panggang dan tempe plus sayur bening. habislah nasi di magic com :))

Lanjut lagi nih,salah satu impian saya adalah membuat bolen pisang ala Kartika yang terkenal sekali seantero nusantara. Kartika fokus pada tekstur kulit bolen yang renyah nan gurih membungkus sempurna pisang seperti pengalaman para ahli dulu kalau tiada keberhasilan tanpa usaha dan kerja keras terus menerus, saya akan mulai berlatih secara perlahan :) kali ini saya akan membuat pie yang adonannya mirip dengan bolen, this is it! Banana Caramelized Pie alias pie pisang. kalau yang masih pemula seperti saya, pas sekali karena lumayan mudah bahan dan cara pembuatannya :) ohiya karena saya baru mendapat kiriman keju mozarella dari kakak saya di Jakarta, saya coba di resep ini. dan hasilnyaaaaaaa..... kurang memuaskan :l ketika saya komplain ke kakak, ternyata pemakaian keju harus dalam jumlah banyak agar terasa kegurihannya. yap next time mungkin ya :) langsung saja yuk ke cara pembuatannya :)



Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pie ini, baik dari segi kulit dan isinya. 
1. Untuk adonan kulit, pastikan mentega yang digunakan dalam keadaan dingin, kalau perlu membeku di dalam freezer. hal ini membuat kulit pie menjadi renyah di dalam mulut. Keluarkan mentega dan biarkan sebentar dalam suhu ruang. lalu potong dadu.
2. air yang digunakan adalah air es, 
3. untuk isi, panaskan gula sampai mencair tapi jangan sampai gosong karena akan menjadi pahit. proses pemasakan isi harus dilakukan dengan cepat agar pisang tidak terlalu lembek dan masih ada teksturnya
4. tips tambahan untuk keju mozarella: penyimpanan sehari-hari harus di dalam freezer agar terjaga bentuk dan kualitas rasanya. ohiya keju mozarella biasanya dalam kemasan yang besar. setelah beku potong kecil-kecil sesuai kebutuhan agar praktis dalam penggunaan dan tidak merusak tekstur keju utuh jika sering dikeluarkan dari freezer. ketika akan dipakai, keluarkan dan biarkan di suhu ruang selama beberapa saat. keju akan menjadi empuk

Bahan-bahan

Kulit pie:
200 gr Tepung Terigu protein sedang
100 gr mentega dingin, potong dadu
50 ml air/susu dingin
1/2 sdt garam
1 sdt vanila

Caramelized Banana:
3 buah pisang raja matang, potong kecil-kecil
75 gr gula pasir
2 sdm kayu manis bubuk
100 gr keju mozarella

Cara pembuatan:
1. Tuangkan tepung terigu ke dalam wadah kering. Masukkan mentega dingin. remas-remas mentega yang sudah terselimuti tepung. jangan menguleni, tapi cukup diremas-remas agar membentuk butiran-butiran kecil hasil pencampuran mentega dan tepung. biarkan jika masih ada butiran kasar
2. masukkan air/susu sedikit demi sedikit. jangan menuangkan sekaligus karena kita tidak bisa mengira-ngira tingkat kelembabannya. bisa jadi air sebanyak itu lebih dari yang dibutuhkan. cek sampai butirannya lembut tapi tidak sampai lembek.
3. masukkan garam, vanila, pijat lembut. bentuk bulatan dan diamkan beberapa saat
4. untuk isi, panaskan wajan yang telah diberi mentega, masukkan gula. masak di api sedang. tunggu jangan sampai gosong. masukkan potongan pisang. aduk seperlunya. jika sudah agak lembek taburi kayu manis bubuk. semakin banyak semakin wangi adonan isi yang dihasilkan :)
5. siapkan loyang pie. masukkan adonan dan pipihkan sesuai dengan penampang dalam pie. usahakan memenuhi sluruh ruangan pie. masukkan adonan isi ke dalam keranjang pie. kemudian taburi dengan keju mozarella. lagi-lagi semakin banyak semakin nikmat :) tutupi dengan adonan kulit pie yang tersisa. kemudian olesi permukaannya dengan campuran kuning telur dan susu cair.
6. panggang dalam oven bersuhu 200 derajat celcius selama kurang lebih 20 menit
7. angkat dan sajikan :)

untuk 10 pie kecil


Kamis, 30 Mei 2013

Trial and Yummy #1: Bolu Gulung Blueberry

Jeng jeng jeng, untuk pertama kali saya memberanikan diri untuk membagi hobi dengan teman-teman. hobi tidak sekedar hobi lho. kalau mau serius bisa jadi peluang emas untuk membangun karir. karir di dapur yang mampu menyejahterakan dan aktualisasi diri. itu sih long term misi saya. Pertama kali resep hasil searching sana sini, revisi kiri kanan, dan minta advice ibu dan kakak, akhirnya saya akan merilis resep pertama untuk blog ini. semoga saya makin rajin menulis, jadi bisa saling bagi info dengan teman-teman. kalau ada yang punya resep unik bisa dishare juga.

Karena saya masih newbie, selama masa penantian yang panjang ini saya mencoba berbagai resep baik dari internet, buku resep, maupun resep turun temurun keluarga. kalau masih pemula ga usah muluk-muluk bikin yang ribet dan aneh-aneh, pikirku. nah masih ingat dulu saya suka menunggui ibu yang hampir tiap minggu membuat kue. alih-alih menjadi pengusaha kue atau katering, ibu saya adalah seorang guru SD di Pati. beliau suka sekali memasak karena keluarga kami besar. hampir tiap waktu ada acara yang diselenggarakan, mulai dari nikahan, aqiqah, selamatan, memperingati haul (nyatus, nyewu anggota keluarga yang sudah meninggal). ibu saya sangat memperhatikan kualitas bahan dan kebersihan. mungkin hal ini sudah saya utarakan di artikel sebelumnya yaitu list masakan yang sudah berhasil saya buat klik disini bagi yang mau ngintip. nah hanya satu kekurangannya. beliau tidak pernah melakukan inovasi dalam keanekaragaman hasil karyanya. pasti itu-itu aja. apalagi di beberapa acara tertentu, persyaratan kehadiran kue jenis tertentu menjadi suatu hal yang hampir mutlak. 

Langsung saja ya kita menuju ke topik utama tulisan ini. sudah lama sekali saya memimpikan bisa membuat cake yang lembut dan lumer di mulut. nah, kebetulan dulu saya pernah mencicipi salah satu merk bolu gulung yang terkenal di Medan, Bolu Meranti. kalau bukan karena teman saya dari Medan yang membawa oleh-oleh legendaris tersebut. tekstur bolunya yang lembut selalu berhasil membuat terngiang-ngiang yang menikmatinya. apalagi keju dan krim yang menyelimuti bagian tengahnya! waaah laziiiz. eiit harusnya saya promosi hasil karya sendiri ya. hehe. eh buatan saya juga ga kalah enak kok. hanya saja karena ini pertama kali saya membuatnya, dengan polosnya saya mengadaptasi penuh resep dari buku tanpa mengira-ngira kemungkinan keras/bantat. ketidaksesuaian dalam hasil biasanya disebabkan oleh tingkat kelembaban tepung, besar kecilnya telur, atau kualitas dari backing powder. selalu cek kondisi backing powder apakah masih layak untuk digunakan, karena itu yang akan menjadi kunci mengembangnya bolu. sayang sekali percobaan pertama saya bertekstur agak sedikit padat tapi masih bisa tergolong lumayan lah. karena saya fokus ke pembuatan bolu, filling yang saya gunakan hanya selai buleberry yang siap olah dan bisa didapatkan di toko kue atau swalayan mana pun.

untuk satu loyang ukuran 25x30x5 cm
Resep Bolu
50 gr Tepung terigu protein sedangSegitiga Biru ( resep aslinya 75 gr )
150 gr Gula Pasir ( resep aslinya 250 gr)
3 butir kuning telur, 2 butir telur utuh (resep asli 3 butir telur)
100 mentega cair (resep asli 130 gr)
30 ml susu kental manis (resep asli tidak ada)
1/2 sdt garam
1 sdt backing powder (lebih baik pakai yg double acting)
1 sdt vanili

Isi
Selai Buleberry siap pakai

Hiasan
Gula halus



Cara membuat
1. Kocok kuning telur dan telur utuh dengan mikser berkecepatan progresif sampai menjadi adonan kuning kental
2. Masukkan gula pasir dan susu kental manis, kemudian kocok sampai halus
3. Masukkan mentega yang sudah dicairkan, pastikan menteganya sudah dalam kondisi ruang. kemudian  kocok perlahan. bisa pakai mikser dengan kecepatan paling rendah atau hanya dengan spatula
4. Masukkan garam, backing powder, dan vanili
5. Terakhir masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit pastikan tercampur rata namun tidak perlu usaha keras untuk mengaduknya agar tidak bantat
6. Siapkan loyang yang sudah dilapisi kertas roti. olesi kertas roti dengan mentega agar mudah saat matang
7. Panggang di oven sekitar 180 derajat celcius sekitar 30 menit (tolong jangan jadikan patokan. karena oven saya tidak ada pengaturan suhu dan harap terus dipantau agar tidak gosong. karena waktu itu relatif tergantung besar kecil dan meratanya api)
8. Sembari menunggu matang, siapkan serbet bersih/kertas roti yang telah ditaburi gula halus sesuai luas loyang
9. Setelah yakin matang, keluarkan dari oven langsung balikkan bolu di atas serbet/kertas roti yang telah ditaburi gula halus. panas-panas, olesi permukaan atasnya dengan selai tipis-tipis saja. kemudian gulung perlahan. jangan terlalu ditekan karena akan pecah tapi harus mantap ketika menggulung.
10. Masukan bolu ke dalam kulkas selama beberapa jam, baru keluarkan untuk dipotong-potong
bolu gulung siap disajikan :)

tips: Menggulungnya harus dalam keadaan panas. Jika tidak, bolu akan pecah karena sudah mengeras. ketika panas, bolu masih mengalami perubahan suhu antara oven dan ruangan. sehingga masih lentur. tekan-tekan seperlunya saja tiap menggulung.

Ketika memotong, jangan menekan terlalu keras karena akan hancur, lebih baik menggunakan pisau roti :)

untuk 12-14 porsi

Senin, 27 Mei 2013

Tuan Puteri di Negeri Realita


kenapa hampir semua orang menyebut rumah adalah tempat ternyaman yang ada di dunia? karena di sanalah tempat kenangan itu berada, suka duka, dan segala komponen kehidupan yang membuat kamu ada melalui kehendakNya, Bapak, Ibu, dan juga saudara yang akan sangat dirindukan kejahilan dan keributannya. tapi bukan itu yang akan saya sorot dalam tulisan ini. banyak orang yang memilih menghabiskan liburan di rumah. mengapa? karena mereka ingin ketenangan batin setelah menjalani penatnya dinamika karir yang tak kunjung menaikkan derajat ekonomi dan sosial (bagi sebagian orang) :p

ketenangan batin disini bisa berarti penyegaran pikiran dengan suasana yang sudah lama dinantikan di tempat perantauan. atau ketenangan dalam arti tidak ingin direpotkan dengan masalah sehari-hari yang biasanya terjadi di rumah kontrakan dan kos-kosan yang semuanya harus dilakukan sendiri. betul tidak? ketika kita sedang merantau atau mencari ilmu di 'negeri seberang' apa yang akan dibutuhkan pertama kali? kemandirian kemudian keberanian untuk mampu mengambil keputusan dan menjalani kehidupan sesuai apa yang tertulis di life planning mereka. urusan rumah tangga yang dijalankan oleh istri dan ibu pun harus bisa kita lakukan walaupun orang tersebut masih single. bukan masalah berarti bagi orang yang sudah terbiasa melakukannya di rumah, menyapu, mengepel, bersih-bersih kamar, mencuci, memasak, dll.  bagaimana dengan orang yang terlahir sebagai seorang raja yang selalu dilayani dan 'dipuk-pukin' sebelum tidur? adalah sebuah bencana besar bagi kemanusiaan :p manja dan menye menye tidak akan berlaku jika kamu harus memperjuangkan hidupmu sendiri. tidak ada orang yang peduli. ada mungkin tapi tidak akan ada untuk setiap saat. saya yakin itu. yang ada setiap saat hanyalah Allah dan keluarga.

nah ketika kita sudah sampai di rumah, beban itu kita letakkan sejenak. kita bisa berleha-leha menikmati libur tanggal merah atau weekend yang begitu berharga dan begitu susah diperjuangkan. sayangnya kita, maksudnya saya tidak menyadari bahwa beban itu tidak lantas hilang, tapi akan berpindah ke tempat lain. apalagi status sebagai anak terakhir yang sebenarnya mereka itu kurang kasih sayang. makanya mungkin mereka menginginkan penggantian yang lebih besar ketika sudah dewasa.jadi mereka akan cari perhatian dengan orang-orang di sekitarnya. ehem ini bisa dibilang curahan anak teri (terkecil) seperti saya. entahlah kalian akan menyebutnya sebagai sebuah pembenaran atau rasa kurang bersyukur atas nikmatNya. 

selama berbulan-bulan di rumah, saya merasakan benar nikmatnya menghabiskan masa reses tanpa harus bersusah payah mengotori tangan dengan pekerjaan dapur. voilaaaa! terima kasih sekali kepada asisten rumah tangga satu-satunya di rumah 'Hulk' ini, De Ngat. perempuan paruh baya yang sudah 2 tahun lebih mengabdikan diri bersama kami mempunyai peranan besar dalam berlangsungnya kepulan asap di dapur, berputarnya mesin cuci, berkilaunya lantai dan halaman. itu dilakukan dengan one man show.

nah mau apa lagi kalo kami sudah punya seseorang yang bisa diandalkan setiap saat? itu lah yang menghadirkan atau melanggengkan sifat malas yang sudah tertanam di pikiran ini. sebenarnya saya membantu kalau urusan pemenuhan gizi. karena semenjak saya di rumah, saya sudah seperti kepala bagian urusan rumah tangga. yang menentukan menu sarapan dan makan siang (karena makan malam biasanya sisa makan siang yang diangetin), yang membuat repot dengan menjadikannya sebagai asisten chef dadakan ketika saya sedang mencoba resep baru di internet. De Ngat bagian bersih-bersih, saya bagian mengotori. karena sangat cekatan saya tidak pernah merasa kalau dia sedang dalam good or bad condition.

sampai pada suatu saat dia mengeluh hidungnya mampet dan kepala nyut-nyutan. saya carikan paracetamol do tempat obat. saya kira itu masalah sepele karena sakit biasa. ternyata efeknya panjang. De Ngat tidak pernah mengeluh ke orang rumah tentang apa yang mengganjal di pikirannya, kecuali jika ada urusan mendesak, sejurus kemudian De Ngat mengajukan cuti bersyarat. pulang ke rumah dengan syarat harus balik ke sini di awal minggu dengan pemberangkatan bus pertama dari rumahnya. De Ngat justru menceritakan uneg-unegnya ke orang lain, yaitu bu lek. walaupun masih keluarga tapi tetap saja orang luar. saya merasa sakit karena bu lek cerita ke mbak bahwa dia kecapekan sekali, banyak yang harus dikerjakan, dan tidak ada yang membantu sama sekali.

saya sakit karena kenapa tidak cerita langsung. mungkin De Ngat takut dimarahi. tapi dari situ saya menyadari betapa Queen syndrome nya saya. walaupun di rumah ada kakak ipar yang sama queen nya. tapi saya merasa bertanggung jawab atas kekecewaannya terhadap perilaku kami yang bossy :(  

apakah kepekaan saya sudah mati, atau memang saya menutup mata dan kuping rapat-rapat atas seluruh kewajiban sebagai penghuni rumah itu. milki, begini kamu mau jadi istri dan ibu yang baik untuk keluargamu kelak? apa jadinya rumahmu! aaaah 
maaf ya De Ngat, aku akan berusaha mengaktifkan kembali syaraf-syaraf kepekaanku untuk membantumu. bisa jauga sebagai sarana membakar lemak yang mulai mengakuisisi tubuhku ini :l

Jumat, 17 Mei 2013

Obat Generik Berlogo, Murah Tapi Ga Murahan


Ada pepatah Jawa mengatakan ono rego ono rupa “ada harga, ada kualitas”. Jelas, pepatah itu tidak bisa diterapkan dalam setiap kondisi. Ada kalanya harga selalu sejalan dengan peningkatan kualitas yang ditawarkan. Begitu juga halnya dengan program Obat Berlogo Generik (OBG) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Banyak orang yang telah salah persepsi atau lebih tepatnya memandang sebelah mata kualitas dari OBG. Pemikiran orang yang masih mengganggap bahwa OBG adalah obat yang ‘abal-abal’ karena harganya yang murah harus segera diluruskan agar masyarakat tidak harus berpikir dua kali mengenai biaya obat setiap kali sakit.

Kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis obat yang beredar di pasaran. Kita biasa mengenal ada 2 macam obat, yaitu obat paten dan obat generik. Lalu apa perbedaannya? Ada yang menyebut obat paten lebih baik dari obat generik karena selain mahal, obat ini juga tidak dijual secara luas jadi timbul kesan ‘eksklusif’. Kita bisa menemui obat paten di rumah sakit dan apotek yang sama-sama mendapat rujukan dari resep dokter. Kita sebagai pasien yang menginginkan kesembuhan pasti tidak akan berpikir dua kali untuk membeli obat yang dianjurkan oleh rumah sakit atau dokter tanpa bertanya terlebih dahulu detil dan fungsinya satu per satu. Apalagi menanyakan tentang pilihan versi generik dari obat-obat tersebut. alih berpikir tentang itu, pikiran kita sudah terbebani dengan besarnya biaya yang dikeluarkan dalam sekali berobat.

Apa sih OGB itu?

Obat paten merupakan obat yang dihasilkan dari penelitian dan riset yang mendalam dalam kurun waktu yang lumayan lama. Tidak heran bila harganya sangat mahal. Hal ini untuk menutupi biaya riset yang tidak sedikit. Hak paten dimiliki oleh perusahaan atau pemegang hak paten selama 20 tahun. Setelah masa paten berlalu, hasil penelitian akan dilempar ke publik untuk diproduksi secara masal baik yang mencantumkan merek dagang maupun tidak. Nah, obat yang memiliki merek dagang ini disebut dengan Obat Generik Bermerek atau dikenal juga dengan obat off patent. Ada pula obat yang tidak menyebutkan merek, hanya mencantumkan zat aktif yang terkandung di dalamnya. Inilah yang dimaksud dengan Obat Generik Berlogo (OGB). Dalam praktiknya, OGB ditunjukkan dengan logo lingkaran hijau bergaris dengan tulisan “GENERIK” di bagian tengah.



Obat generik bisa disandingkan dengan obat paten secara mutu dan efek yang dihasilkan karena pada dasarnya komponen utama, komposisi, dan cara kerjanya di dalam tubuh adalah sama. Hanya saja terdapat perbedaan dalam hal kemasan maupun kapsul pembungkusnya. Ada juga perbedaan di sifat kimia zat aktif yang digunakan entah dalam bentuk Kristal atau partikel. Hal tersebut tidak akan menimbulkan efek samping yang berbeda. Karena itu jangan sampai terlena hanya dengan penampilan yang menarik. Itulah trik yang dilakukan oleh produsen Obat Generik Bermerek untuk menaikkan harga jual produknya. OGB cukuplah dengan mengefisiensikan aspek yang tidak begitu krusial seperti warna, desain kemasan seperti ini untuk menekan biaya produksi. Maka dari itu harganya terjangkau. Selain itu, OGB telah memenuhi syarat quality (mutu), efficacy (khasiat), safety (keamanan) obat, dan sebanding dengan obat paten/ bermerek.

Perbedaan Obat Paten, Obat Generik Bermerek Dagang, dan OGB

Obat Paten, Obat Generik Bermerek Dagang, dan OGB sekilas hampir mirip jika kita tidak mengetahui secara jeli perbedaannya. Berikut ini adalah ciri-ciri ketiganya yang saya rangkum dalam poin-poin pentingnya.

Obat Paten
1.       Obat keluar pertama kali (penemu), dengan masa paten 20 tahun
2.    Harga mahal: menanggung biaya riset dan biaya paten, kemasan menarik, biaya promosi tinggi, bahan baku tidak disubsidi pemerintah
3.       Harga tidak ditetapkan pemerintah

Obat Generik Bermerek Dagang
1.   Mencantumkan nama generik, nama dagang/ merk produk dari perusahaan, dan nama perusahaan       manufaktur.
2.       Obat keluar setelah masa paten habis
3.       Harganya hampir  sama / lebih murah sedikit dari obat paten.
4.       Penetapan harga diserahkan sepenuhnya pada produsen obat dan mekanisme pasar.
5.       Dipromosikan besar-besaran
6.       Kemasan produk yang menawan
7.       Tidak menanggung biaya riset dan biaya paten
8.   Komponen utama sama dengan obat paten, hanya mungkin bahan pendukung bisa berbeda. Bahan pendukung ini bisa spesial, lebih dari obat generik berlogo sehingga menjadikan harganya lebih mahal. Biasanya ada juga bahan yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi alergi tubuh terhadap zat aktif, walaupun bagi sebagian orang adanya bahan tambahan ini malah menyebabkan alergi.

Obat Generik Berlogo
1.       Mencantumkan nama generik, nama perusahaan, serta logo generik berupa bulatan dengan garis-garis hijau.
2.        Obat keluar setelah masa paten habis
3.        Harga terjangkau (murah)
4.        Kendali HET (Harga Eceran Tertinggi) dilakukan oleh pemerintah.
5.        Tidak dipromosikan besar-besaran (biaya promosi rendah)
6.        Biaya produksi rendah: kemasan sangat sederhana, diproduksi dalam jumlah besar, bahan baku disubsidi pemerintah.
7.        Tidak menanggung biaya riset dan biaya paten
8.        Komponen utama sama dengan obat paten

Latar Belakang Keberadaan OGB

Pemberlakuan Obat Generik Berlogo sudah dilakukan oleh pemerintah sejak tahun 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat yang mampu dijangkau oleh masyarakat luas namun dengan kualitas yang terjamin. Selanjutnya, pada Tahun 1991 OGB diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan obat masyarakat menengah ke bawah dengan mengacu kepada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) untuk penyakit tertentu. Kebijakan terkait OGB juga merupakan bukti komitmen Pemerintah terhadap Kebijakan Obat Nasional tahun 2006 serta upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015.Sejak itu, sosialisasi intens digalakkan ke daerah-daerah terutama ke wilayah pedesaan. Namun lambat laun sosialisasi mulai jarang dilakukan karena serbuan dari obat paten yang memenuhi rumah sakit dan apotek.

Bukan sembarang perusahaan bisa mendapat hak memproduksi obat. Kualitas OGB harus terjamin oleh farmakope atau buku standar obat yang dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menguraikan bahan obat-obatan, bahan kimia dalam obat dan sifatnya, khasiat obat dan dosis yang dilazimkan  layaknya di Negara-negara lain seperti United States and Japan Pharmacopeia. Perusahaan farmasi harus memenuhi persyaratan, yaitu

1.   Memiliki sertifikat COA (dokumen otentik yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk menjamin kemurnian dan kualitas obat),
2.      Memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik-kualitas mesin pabrik harus terstandarisasi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, BPOM RI)
3.     Setelah diuji banding bioavailibitas /ketersediaan hayati dan bioekuivalensi/kesetaraan biologi dengan obat paten memberikan hasil yang setara. Uji bioavailabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat kandungan zat aktif dalam obat tersebut diserap oleh darah menuju sistem peredaran tubuh, sedangkan uji bioekivalensi dilakukan untuk membandingkan profil bioavailabilitas dengan tiap bentuk obat yang tersedia; yaitu meliputi tablet, kapsul, sirup, dan sebagainya.
4.       Pabrik obat menetapkan standar yang baik untuk produk yang diproduksinya,  seperti :  bahan baku obat yang digunakan harus memenuhi standar bahan baku obat di Amerika Serikat (USP) dan Eropa sehingga memiliki khasiat yang sama dengan obat paten.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat akan Keberadaan OGB


Untuk membuka wawasan masyarakat tentang keunggulan yang ditawarkan oleh OGB, sosialisasi harus difungsikan kembali. Dan hal yang paling penting adalah memberikan pengertian bahwa OGB mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan obat paten atau Generik Bermerek. penyebab kurangnya minat masyarakat akan OGB dapat diuraikan dalam berbagai faktor, antara lain:
1. Kurangnya informasi akan OGB di berbagai tempat pelayanan farmasi publik, misalnya apotek, rumah sakit, dan klinik umum. Hal ini membuat masyarakat hanya mengetahui jenis obat yang disodorkan saja.
2. Keuntungan yang didapat jauh lebih rendah daripada obat paten. apotek yang menganggap OGB tidak menguntungkan, akan malas untuk menyediakan stok yang banyak. akibatnya, persediaan OGB menjadi terbatas dan tidak lengkap.
3. Sikap gengsi masyarakat untuk membeli obat yang murah. kita tidak bisa memungkiri bahwa akan berpikir dua kali untuk membeli barang yang lebih murah apalagi ini berhubungan dengan kesehatan. orang tidak mau mengambil resiko untuk membahayakan kesehatannya. Padahal  itu dikarenakan karena kurangnya pengetahuan akan alternatif obat yang lebih hemat.

Sampai sekarang kita hanya bisa menemui OGB di puskesmas, klinik di daerah pedesaan atau rumah sakit dengan kondisi tertentu. Itu dikarenakan OGB biasanya hanya diberikan kepada masyarakat yang merupakan anggota Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang mendapatkan keringanan atau bahkan berobat secara cuma-cuma. Keberadaan OGB seakan tersembunyi di antara tumpukan obat-obat mahal. Bayangkan saja jika rumah sakit memberikan OGB ke setiap pasien, tentulah keuntungan tidak bisa didapat secara maksimal. Faktanya biaya rumah sakit yang terbesar berasal dari tagihan obat yang diberikan. Maka dari itu setiap rumah sakit mempunyai berbagai jenis kelas. Bukan hanya dikarenakan dari kualitas kamar pasien, tapi juga pilihan obat yang ada.


Maka dari itu masyarakat harus disadarkan bahwa kita mempunyai hak untuk memilih OGB di setiap rujukan atau resep yang ditulis oleh dokter. Jangan takut atau merasa minder untuk bertanya tentang detil dan alternatif obat yang lebih hemat yang tersedia, apoteker akan senang hati melayani Anda. Selain itu sosialisasi juga harus diberikan kepada beberapa pihak yang terkait langsung dengan pendistribusian obat

1.       Dokter, apoteker tenaga farmasi yang bertugas di apotek-apotek dan klinik.
mereka diharapkan mampu memberi informasi yang mencerahkan kepada masyarakat dengan menjelaskan perbedaan antara obat paten, Obat Bermerek dagang, dan OGB. Selain itu mereka harus secara jujur memberi tahu pasien tentang jenis obat yang tertera pada resep dan memberikan pilihan lain obat dengan fungsi yang sama namun dengan harga yang lebih terjangkau. Bila perlu, buat poster yang menarik di tempat-tempat strategis dengan menampilkan berbagai keunggulan OGB dan ajakan untuk memilih OGB di setiap pembelian obat.
2.       Para stockholder rumah sakit, dan pemilik apotek serta klinik
Mereka yang mempunyai pengaruh besar dalam jalannya operasional entitas mempunyai hak dalam membuat kebijakan internal yang dibuat. Dengan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan OGB, mereka akan cenderung untuk memberi kebijakan ke pegawai medisnya untuk memilihkan OGB. Bukankah kepuasan konsumen lebih utama daripada keuntungan yang didapat?  Karena inilah yang akan membuat entitas tersebut akan berlanjut terus (going concern)
3. Para pembuat kebijakan
Ini perlu agar para penyelenggara negara ikut serta dalam usaha menyukseskan produk dalam negeri dan menyadarkan masyarakat luas tentang OGB. dengan adanya kebijakan yang langsung berkenaan dengan rakyat, hal itu akan lebih efektif
4. pakar kesehatan dan farmasi
Penting untuk memberi pengertian kepada pakar, karena daya jangkau mereka lebih luas. mereka mampu mempengaruhi opini berbagai pihak. melalui mereka, distribusi OGB bisa meluas. 


Sebagai tindakan represif, Kementerian Kesehatan seharusnya memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang menyulitkan masyarakat dalam menjangkau OGB atau dengan sengaja menyembunyikan keberadaan OGB. Hal ini sama saja dengan tidak menyukseskan Indonesia Sehat karena hanya masyarakat yang mampu saja yang bisa menikmatinya. Kalangan masyarakat kalangan menengah ke bawah akan menderita karena tidak ada pilihan obat. 

Berdasarkan tujuan awalnya, program ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang punya keterbatasan finansial. OGB ini juga harusnya dinikmati oleh mereka dari kalangan berada. kenapa? ini indikator masyarakat yang melek akan informasi dan keberhasilan pemerintah dalam menerapkan kebijakan yang merata ke semua golongan. Sayangnya hal tersebut belum terbukti, setidaknya beberapa tahun belakangan ini. Di Indonesia, pangsa pasar OGB di Market Share menurut Data dari Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Kesehatan, menunjukkan angka yang sangat rendah. Pada Tahun 2005 hanya sebesar 10,7% dan kemudian cenderung turun menjadi 7,2% pada Tahun 2009.Di Amerika Serikat misalnya, telah mencapai hampir lebih dari 50%. Hal ini didukung oleh tingkat pengetahuan masyarakatnya yang tinggi akan obat-obatan, kesadaran dokter, kuatnya posisi pemerintah terhadap dokter dan industri farmasi, serta tersedianya sistem pembiayaan kesehatan. 

untuk itu langkah lain yang bisa dilakukan untuk mengenalkan kembali OGB ke masyarakat, yaitu

1. Melakukan pendekatan kepada masyarakat tidak hanya pada kalangan menengah ke bawah, tapi juga di perumahan elit, dan para kalangan berada. metode yang dipakai harus menarik dengan membagikan pamflet atau sosialisasi k beberapa rumah secara sampling tentang penjelasan mengenai OGB. 
2. Sebaiknya ditunjuk duta yang mampu turun ke masyarakat secara langsung. dia harus sosok yang ramah, interaktif, dan mampu menarik perhatian.
3. Pemasangan iklan di media cetak maupun elektronik. ini langkah yang efektif untuk mengkampanyekan penggunaan OGB

Jadi Mengapa Kita Harus Memilih OGB?

Setelah membaca uraian saya di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa dari segi mana pun OGB unggul dibandingkan dengan obat paten dan Obat Bermerek Dagang, antara lain:

1.    Harga OGB sudah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga sebisa mungkin dibuat terjangkau oleh semua masyarakat.
2.  Ternyata OGB ini sekali produksi langsung diproduksi dalam jumlah yang besar, sehingga skala produksinya efisien.
3.       OGB tidak memerlukan biaya paten
4.       Kemasan OGB tidak terlalu mewah
5.       Kualitas OGB tidak berbeda dengan obat paten dan Obat Bermerek Dagang. Hal ini sudah dibuktikan dengan berbagai penelitian

Ingatlah bahwa sehat bukan lagi menjadi barang yang mahal asalkan kita cermat memilih dan mengetahui pilihan obat yang terbaik. OGB adalah solusi terbaik bukan hanya untuk kalangan dengan kemampuan ekonomi terbatas, namun masyarakat secara umum. Dengan itu, kita ikut menyukseskan Indonesia Sehat yang murah dan berkualitas. Jadilah bangsa yang cerdas dan menghargai karya dalam negeri. Termasuk juga dalam hal ini, memlihi obat yang murah tapi gak  murahan. Yuk hidup sehat!

cari selengkapnya mengenai OGB di dexa-medica.com

Referensi: Kesehatan.kompasiana.com

Jumat, 03 Mei 2013

My Praying

People have different intimate relation with their God. they always say anything good to be grateful of and bad matters to be whine of. cause i feel the same way. and i think it's unfair when i keep nagging to Allah since i don't make any wisdom and goodness as much as i could make demands whatsoever. Allah allow us to ask for help, guidance, and  thing that's almost impossible to grab cause that's our nature as His Creature to be obey and sincerely submit our life. I have seen through people the ways of praying. there's sometimes shedding of tears is common thing of them. while there's people who sincerely talk to Him but nothing falling down. is tears a standard of sincerity? not always. however it barely signed that you use your heart to communicate with your highness. is there any moment you see at the scene of historical drama indicate unapropriate ways of talking to the King? nope. here it is. use your heart means you don't 'sue' in order to He ought to grant your willing. there's many times you didn't pass through along your wish. you think it isn't good but He knows the best. and i'm trying to hold this 'rules' i have so many things to be granted. but after all, that's only human's point of view not Him. i admit that most of it really become unreal. then i contemplate myself. i think it's because of me who don't put my struggle on it. for example in my last year of senior high school, i badly wanted to enroll in University of Indonesia. i have run a lot of ways into it. since SIMAK, and UMB. i think it's enough to prove that i'm not suitable or i'm not in its level. then i remmber i missed one thing, SNMPTN that is most commonly people have bigger chance. finally i really don't participate because of my tiny guts to face to face thousands people. regret always comes last. not only becaause i don't get in the test, more that i don't have a lot of prepration while they have.

now i have few things that i always ask for after praying and as much moment as i can do. before it, grateful and apologoze comes first to Allah. especially after Subuh when days start and spirit and dream in the other pursuit. alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah He gives life and live whom everyone couldn't have. he gives health and perfection  whom everyone couldn't blessed of. he gives strength to hold the faith whom everyone couldn't stand by longlast. happy family, friends, and good people that is stand by me whom everyone has to fight for it. then regretful sin and badness i've done in a day before, a year before, and the whole my 21 years life. i badly ask for His forgiveness of my badness that i even lighlt do it and didn't realize it. thinking about it, makes me so guilty. maybe a word comes easily for my mouth might be worst to others and Allah especially. my single swinging of hand and feet that hurt people badly. i'm not sensitive at all but once i realize it, it'll be my lifetime regret and guilt. Allah, please hold the good people around you and don't make us parted. cheers them and don't have someone or something making scapegoat among us. unite my family and lights on your guidance for us forever and ever. i'm so afraid that one day i'll be lost and no one give a hand. only You my only hope. i live in this world just a while. holding tight of me and my family, till we have enough stock to welcome your eternal world by way of khusnul khotimah. it's the most people wanted for the ending. khusnul khotimah. now i'm waiting for placement, i know You will give the best timing for us to face the new step of our life, no need to say be faster or be slower. i just want to be in the proper time. there's so many institution i also know surely you have chosen the best for me. but if i could say, i just wanna devote to my parents. there for, i want to be close to them but i don't wanna in this city, i want to improve myself still in Java. hope BKF would please ask me to join, or BPK so i could continue my study, or BPPK so i could have honorable job, as a teacher. or DJP so i can applicate my knowledge then i can save more to build beutiful family :) it's not i want sue you, but this is choice i mostly admired. hope you grant as my best way :) Allah there's someone close to me now. i know this isn't rhight fully for woman like me. i just want to know people who wants to be serious with me. in my point of view he's kind, modest, simple and the most important he has effort to be more close to You, isn't good Allah.person who has never ending learning even it's the beginning for him to be more religious and Islam advance. however i just know him apparently. i don't make any decision yet. he's all yours, i'm all yours. please give me enlightment about this.if we were meant to be together please make it close with the right and noble way. if we're not, please give us courage to move on on your fate on our mate and leave good impression between us and no hurt feeling. we start it kindly, we should end it nicely. if we're not meant to be together. too much hope is not good, too much sincere is also not. Allah please give me good mate either he or else. i always try to be better person cause You said that good woman for good man. hope he's the good man for me. Allah i always complaining my tiny unperfect appearance. please help me get this pass through. i don't want to be think too much about my face and body. i hope it will heal naturally. free of acen and fat. i don't wanna to please anybody, it is my perfectionist ALlah. forgive my yawning. Allah, hope me and my family and mukmin peopla all around world fave from your terrible hell and can accept to your beautiful heaven. hope my parents be healthy and happy and enjoying their old time unwastedly. hope i could make family that well praying and well living. sakinah mawwadah warrohmah and make a lot wealth to be run for Islam ways and my family sake. i hope i'll be generous person, not easily jealous, talking person at the back, easily burst out, unsensitive, and not easily surrender. i'm young woman. my civil servant carrier is just the beginning, i don't want it forever. i want tobe carreer woman with catering and restaurant business that still keep an eye and put a lot of care to my family. it's hard to do than say, but i'll try. thank you for hearing a lot fo whishes from your nothing creature. hope i always fight in Your way. aamiin :)