Rabu, 23 Mei 2012

Lost in Iceland

Rabu (23/5) kemarin, saya berencana menjalankan tugas "negara" bersama Ukh Euis dan Akh Tendi. tugas negara yang seharusnya sudah kami jalankan beberapa bulan yang lalu menurut lini masa yang sudah kami sepakati bersama para petinggi negara. "negara" disini yang saya maksud tentu tempat kami menyalurkan hobi, passion, semangat, kegalauan sekaligus menjalankan kewajiban tanpa ikatan resmi yang tersurat, sebut saja Media Center aka bengkel. tujuan kami awalnya adalah Pengadilan Pajak untuk keperluan salah satu produk bengkel (yang sampai sekarang masih dirahasiakan jadwal launching nya :3) 

namun seperti biasa, manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukan. kami mencoba menghubungi bagian umum, ternyata kami belum dapat izin akses ke persidangan dan wawancara narasumber yang terkait dengan tema liputan produk. what a well planned day! -_- padahal dalam hati senang bukan main karena ga perlu panas-panasan mengarungi samudera kepenatan ibukota. i'm a journalist in mood! -_-

Singkat cerita, kami sudah dalam angkot c05 menuju rel kereta api. Jurnalis pun harus kreatif. kami memutuskan untuk mencari objek berita yang menarik dan bisa dijadikan feature news (bohong). sejujurnya selagi masih ada waktu untuk main kenapa engga? Euis berhasil membujuk saya dan Tendi untuk ke TA. bukan Tanah Abang, melainkan Taman Anggrek. ya Mall Taman Anggrek. Kebetulan saya belum pernah ke sana sebelumnya. Pas sekali Tendi bawa kamera bagus. Ini lah yang dinamakan guilty pleasure. menikmati kesalahan yang harusnya tidak kita lakukan. fix, kami melepas atribut jurnalis dan bersikap seperti traveler pada umumnya. escaped traveler!

di rel kereta api, kami naik metro mini 71 trayek Bintaro-Blok M. angkutan umum yang paling saya hindari. tidak ada pilihan lain untuk yang masih sayang isi kantong sendiri. perjalanan ke Blok M rata-rata 1 jam untuk kondisi jalan ramai lancar. selanjutnya kami naik Transjakarta menuju halte transit ke rute busway berikutnya. hampir 1 jam sebelum kami sampai ke halte transit, Harmoni. hanya satu hal yang tidak saya suka tentang busway adalah berjalan di koridornya. dari harmoni kami pindah jalur ke rute yang menuju ke Tomang. kali ini tidak sampai setengah jam . sampailah kami tepat di depan antara Taman Anggrek dan Central Park. total laUrban City, Urban People. what a life -,-

jadi apa tujuan kita ke TA? tentu saja ke hal yang paling dikenal di sana. yes, i'm gonna ice skating :))
ceritanya, kami bertiga sudah sepakat untuk ice skating bareng. ternyata Akh Ten gajadi ikut dan cuma jadi fotografer pro untuk saya dan Euis. Alasan diterima. hoho. masalah baru muncul. kalau cuma kami berdua yang main, sama seperti orang buta nuntun orang buta dong -___- this is our debut. dan kami nekat, yang penting percaya diri. 


masuk sky ink. sepatu rasanya seperti jalan sendiri. praktis, saya langsung menggenggam erat pegangan tangan yang dipasang di sekeliling area skate. feels like you'll gonna slip when you step on an inch. untung saya lebih nekat daripada Euis. dia masih terbata-bata jalan dengan berpegangan, saya sudah mulai belajar keseimbangan. ohiya disini saya benar-benar bertemu teman baru seperti tagline sky rink ini "Meet New Friends" namanya Rosi. dia yang mengajari saya untuk berani melangkah dan jangan takut jatuh. pelajaran pertama yang saya dapat adalah jangan bergantung dengan orang lain. karena kalau berlatih dengan dituntun terus menerus, kita tidak akan bisa lancar. saya mempraktikkannya. ok samapi sekarang step by step berjalan mulus. abaikan orang yang melihatmu seperti orang bodoh. we have lived by learning, right? no matter what.


hampir 2 jam kami seperti bayi yang baru mulai belajar berjalan. tidak lupa Tendi dengan sigap mengambil setiap momen kekonyolan dan kepanikan kami. tambah panik lagi ketika tahu bahwa Tendi tidak akan pulang bersama kami. omo, mau nyasar sampai dimana kalau cuma kami berdua. 

alhamdulillah Akh Ten mengurungkan niatnya. dan kami pulang dengan selamat :) jadi apa yang kami dapat hari ini? kerja sama, kepercayaan diri, dan teman baru :)

fyi, ini kali pertama day's out dengan mabeng. semoga akan ada kali-kali berikutnya (y) 



Sabtu, 28 April 2012

Lullaby


They're really charming, aren't they? seeing them sleep tight make me gets boosted and energizing. when they awake, there's always no peace. quarrel all the time. just see me in the past look :)

How much do we have left?

I'm fifteen for a moment
Caught in between ten and twenty
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
I'm twenty two for a moment
She feels better than ever
And we're on fire
Making our way back from Mars
Fifteen there's still time for you
Time to buy and time to lose
Fifteen, there's never a wish better than this
When you only got hundred years to live
I'm thirty three for a moment
Still the man, but you see I'm of age
A kid on the way
A family on my mind
I'm forty five for a moment
The sea is high
And I'm heading into a crisis
Chasing the years of my life
Fifteen there's still time for you
Time to buy, time to lose yourself
Within a morning star
Fifteen I'm all right with you
Fifteen, there's never a wish better than this
When you only got hundred years to live
Half time goes by
Suddenly you're wise
Another blink of an eye
Sixty seven is gone
The sun is getting high
We're moving on
I'm ninety nine for a moment
Dying for just another moment
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
Fifteen there's still time for you
Twenty two I feel her too
Thirty three you're on your way
Every day's a new day
Fifteen there's still time for you
Time to buy and time to choose
Hey fifteen, there's never a wish better than this
When you only got hundred years to live


i just wanna regret every time i spend in this life. hope i'm not belongs to one of disadvantageous comity. there's two most forgotten grace in this world : leisure time and health. for me there's two more: family and self potency :)

Jumat, 27 April 2012

Consideration

awalnya saya sendiri yang berkomitmen untuk tidak main-main. tapi sekali nya diminta serius justru bingung sendiri. mil, bedakan antara menjaga hubungan baik dan memberi harapan. bedakan antara bersikap ramah sewajarnya dan menanggapi niat baik orang lain. bedakan antara menjadi teman dan lebih dari teman. bedakan antara tidak dan belum. bedakan ya saya siap dan ya saya siap (saat ini saja). bedakan antara keinginan pribadi dan kebaikan orang banyak. bedakan antara menjaga perasaan dan tidak mengindahkan perasaan. ini tentu bukan cuma masalah hati, jauh lebih luas daripada itu. akhlak, perilaku sungguh semua hal yang berlandaskan karena Allah adalah sebuah kebaikan yang tidak ada penggantinya. kalau ingin kebanggan lihatlah kemampuan fisik. kalau ingin kebahagiaan  lihatlah hati. kalau ingin berjalan beriringan dengan kebahagiaan yang senantiasa menaungi dengan mencurahkan perasaan lihatlah keduanya sebagai supporting unit dan seberapa takutnya dengan Allah sebagai main unit. bagaimana membekali dirinya untuk berhadapan dengan Allah nanti. mungkin saat ini rasa itu ada, tapi kl saya ingin lihat kesungguhanmu untuk menata diri menjadi orang yang lebih baik untukNya apakah saya bisa dibilang banyak menuntut. mungkin. toh jawaban itu juga tidak hanya mempengaruhi kehidupan saat ini, tapi juga masa depan. tetap saya tidak bisa menjanjikan apa-apa. karena itulah saya takut untuk sekedar bicara ya atau tidak. karena sekali berucap, kita harus konsekuen. kenapa saya justru berharap pertanyaan itu hanya untuk jangka waktu skg saja (ga konsisten XD). ada sebuah hadits yang menunjukkan bahwa jodoh bukanlah urusan yang sudah digariskan di Lauful Mahfudz, tapi hanya muamalah biasa. artinya jodoh adalah sebuah pilihan. wanita punya hak lebih untuk dapat menentukan pilihan. apakah berarti wanita itu egois dan ingin menang sendiri? tidak. karena wanita memilih orang yang akan menjadi tempat pengabdian sepanjang hidupnya. menjadi pemimpin dan pembawa kemudi keluarga ke jalur surga. sekali sudah memilih, wanita harus "tunduk". jadi harap maklum ya :D menunggu adalah hal yang sangat sulit. dan saya tidak mau penjadi penghalang untuk sebuah aktualisasi dan pencapaian seseorang. jika sudah saatnya pergi saya ikhlaskan, jika tetap tinggal berarti kesabaran yang memesona. saya sudah menyerahkan semua sama Allah yang maha membolak balikkan hati. 

bagaimana jika menjalani sebagai anak muda biasa yang ingin saling mengenal dengan sewajarnya tanpa melakukan hal-hal yang terlalu jauh? entah ini istilahnya apa, saya juga kurang tahu XD

kalau memikirkan masalah seperti ini, saya selalu ingat orang tua di rumah. tapi tidak pernah sekali pun bercerita kepada mereka. i wish they became my sharing partner

Rabu, 11 April 2012

Trip Jogja Preview


i wanna share my delightful trip in Jogja for 6 days. it's coming soon! kyaaa~

still I am a Woman

Meskipun bisa dibilang punya cukup banyak teman di sekeliling saya, saya sering kesulitan mencari "korban" yang bener-bener pas untuk dijadikan teman berbagi cerita. setiap waktu orang-orang silih berganti datang dan pergi ke kehidupan saya. mereka membawa kebahagiaan dan keceriaan. saya sangat menghargainya. tapi sampai kapan hal itu terjadi? bagaimana jika kita dalam posisi sulit? mereka akan mundur dengan sendirinya. kalaupun ada yang tetap bertahan, bodohnya justru saya yang mendorong mereka untuk menjauh mungkin. karena saya tidak bisa memberi apa-apa buat mereka yang setia di samping saya. mungkin salah saya yang memang enggan untuk menjalin hubungan pertemanan terlalu erat. atau pertahanan diri saya yang terlalu kuat untuk tidak sekedar mengumbar cerita. selama ini saya tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk memahami saya. karena saya memosisikan diri seperti mereka. ketika saya harus mendengar curhatan orang lain saja dengan seadanya. i'm not good listener indeed.  it makes me look lame and burdened. iya benar, saya sangat introvert. 


ketika saya ingin cerita ke keluarga, justru lebih aneh lagi. mereka memang menyenangkan untuk diajak bermain dan bersenang-senang tapi akan kaku sekali kalau sudah bicara masalah personal. apalagi saya anak bungsu yang beda 11 tahun dengan kakak perempuan yang merupakan anak tertua. hal yang hampir mustahil jika harus cerita dengan ketiga kakak laki-laki saya. fyi, saya baru bisa dekat dengan mereka ketika masuk bangku perkuliahan. sebelumnya benar benar dianggap masih bayi yang tidak harus tahu apa-apa.


still I am a woman. benar kata orang bahwa wanita itu sulit dipahami. wanita memiliki banyak pertimbangan dan kekhawatiran terhadap suatu hal. begitu juga dengan saya. menginjak dua puluh tahun benar-benar banyak hal baru yang kadang membuat saya speechless dan thoughtless. banyak hal yang sebenarnya ingin dibagi ke seseorang. pengen sekali saja mendapat pelukan dari seorang sahabat. pelukan yang hangat dan melegakan. orang yang tidak memandang siapa saya, dan senantiasa mendengarkan keluh kesah dan cerita-cerita konyol saya. orang yang bisa diajak tertawa dan menangis bareng. sampai sekarang saya belum menemukannya.


i really wanna be a storyteller now -,-

Minggu, 08 April 2012

Renungan

And the time goes by when you realize there's wrinkle on your face but you haven't done anything once. it's the greatest remorse in my life. and i'm in loss. so i'll make move since the time being. work hard as i live forefer, pray firmly as i'll die tomorrow