Rabu, 19 Februari 2014

Coffee Bun-Shakalaka Bun-SHakalaka...

Assalamu'alaikum

Hei, finally I came back from the isolated cave (you can say it when you have been lost from a long long time :p) i can't say that my work now is my excuse to stay away from my online sharing here. however, maybe I'm the one of a mainstream group to think that work is all. work has really seized your time, your leisure time. alhamdulillah, I'm still able to handle my other interest, which is cooking. i force myself to spare time on a weekend at least to do culinary journey or culinary experiment. thus, my parents supported me by providing a lot of baking stuff that's required

actually, I've cooked several receipt since i disappear here. but I'm too lazy to collect my random notes to post here. so, i'm gonna give you my latest experiment that may help you to vary your wish cooking list :)
yeah, nowadays i challenge myself to make some tender and moist bread that you can't forget in your whole life :p then i realize that i have few main obstacle to grant it. first, there are no sufficient oven for bread. my mom only has otang (oven tangkring) or you can say oven that 'nangkring' on gas stove :p we used to adapt how to handle it because there are no temperature panel we can adjust, so it's all about feeling. next, my worries is about how to knit the dough. if you ever make a bread dough, you'll know the greatness of a woman as a superhero to conquer the dough. i mean conquer explicitly. cause we have to fight against the dough till it's soft and elastic. in professional field, there are a very useful invention called bread-maker mixer. it's a wonder for woman cause there are no such thing as sweaty and exhausted because of baking. just press the button and you can still enjoy your favorite tv show :))


then i make an investigation through google to find the most reasonable receipt that we don't need to make a lot of struggle to serve delicious bread for our family. i found receipt that no need knitting! yeah, alhamdulillah ya Allah :)) This Receipt is from one of post in facebook culinary group, Natural Cooking Club. It is the kinds of lifestyle society that little obsessed in cooking. we share tips, we invent new receipt, and sometimes we make deal of a business :) I don't remember the url link about this receipt but i do for the author. this is Nikmatul Rosidah, a housewife of an foreigner staying abroad that always bring Indonesia culture in every her food. actually, I just take her base sweet bread receipt for my dream of dream bread, Cofee Bun. Roti B*y, a bread franchise that resembles the delightful of coffee :9 though i really dislike coffee cause of my tiny tolerance in coffee. the receipt consist of 2 part, first we have to make the basic bread then composing the topping. i write the topping first in case you have no wait to know what kinds of coffee topping it is.  no need to babling around, check this formula below. feel free to make suggestion and critics. I'm (rather) open minded-person :p

here's the original version of receipt (in Indonesia yes, to show our nationality not an excuse for doing double job by translate to English :p



Untuk Topping.
-50 gram gula halus(saya pakai gula pasir)
-50 gram gula palem ( saya tidak pakai)
-80 gram telur (ga saya timbang. Pakai 1 butir telur)
-130 gram terigu protein rendah (saya pakai tepung beras)
-100 gram mentega
-5 gram kopi instant
-5 gram essence kopi (saya tidak pakai)

caranya:

1.       Mentega dan gula halus dikocok hingga warnanya pucat, lalu tambah gula palem
2.       Masukkan telur, kocok hingga bercampur, masukkan tepung beras sedikit demi sedikit.
3.       Beri Kopi instant yang sudah dilarutkan dan essence kopi. Setelah bercampur dan konsistensi sekental butter cream, masukkan ke dalam piping bag
4.       Siapkan roti Bun yang sdh mengembang.taruh topping diatas roti  dengan cara menyemprotkan secara spiral seperti obat nyamuk dimulai dari tengah sampai ke pinggir. Panggang roti sampai warna kuning kecoklatan, sekitar 15 menit (jika menggunakan oven listrik) dengan suhu 200 derajat.

 


Sweet Roll Bun.
      - 1 1/4 cup,(300 Ml)susu segar hangat.
      - 11 gram Ragi kering untuk roti.
      - 50 gram gula putih
      - 1 telur,suhu ruang
      - 56 g unsalted butter suhu ruang,lembutkan dgn garpu.
      - 1 sdt garam.
      - 450 g tepung terigu,protein sedang,diayak.
      - sedikit butter ,lelehkan=untuk poles sesudah roti matang.

Cara saya:

1.      Tuangkan Susu hangat (jangan terlalu panas karena bisa mematikan Ragi)ke dalam mangkok lalu tuangkan ragi.biarkan selama 5 menit.   
2.       Masukkan gula, telur, butter, dan garam. campur sampai rata 
3.       Masukkan tepung, aduk sampai adonan campur. Tutup mangkok dengan plastik.diamkan biar mengembang sampai 2 x lipat.sekitar 1 jam.
4.       Kempiskan adonan lalu tutup lagi.saya kempiskan cuma sekali. Setelah itu bagi adonan sesuai selera.  saya menimbang seberat 35 gr untuk setiap adonan
5.       Bentuk adonan menjadi bulat. Istirahatkan sampai mengembang menjadi 2 x lipat dari ukuran semula sebelum dibubuhi topping
 





Rabu, 30 Oktober 2013

Adha 2013's Essentials: First Attempt to The Society :)

firstly, i wanna say happy Eid Adha for you moslem all over the world, may Allah always give his guidance to us knowing the meaning of sacrifation and live only for hereafter life. Nabi Ibrahim and Nabi Ismail taught us to be more generous and loyal to Allah, it's truly a belief. Belief that Allah will give us the best we need, not what we want. finally, they're so sincere laying their life to Allah, only to Allah. and that's it, Allah admitted their loyalty and aborted all the command to Ibrahim and Ismail cause it was proven as well.

as long as i live, i always spend my Adha holiday staying at home leisurely as if it didn't occurs anything unless Ied pray after subuh to the neighbourhood mosque simultaneously. after praying, we do som. however, time by time i grow up at least interacted with many people around me, i realize that i have participated nothing to the society. i feel i just 'stay in for myself with society aparted from me. for all my good sake.

then i heightened my guts and desire to
The 





Minggu, 29 September 2013

IKKP: A Moment to Remember :)

"I don’t feel very much like Pooh today," said Pooh. "There there," said Piglet. "I’ll bring you tea and honey until you do." -A.A. Milne, Winnie the Pooh
Petikan percakapan antara Pooh dan Piglet yang sangat sederhana tapi dapat dengan mudah menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya.  Seorang sahabat tidak hanya ada ketika kamu tersenyum bahagia, namun juga ketika kamu bermuram durja dan menganggap dunia ini tidak berpihak padamu. Jika dia selalu ada, bersyukurlah karena kamu telah mempunyai salah satu harta terbesar dalam hidupmu J


Tiga tahun bersama, menjalani kehidupan kampus dengan problematika yang beragam tidak. itu pun yang dirasakan oleh Ikatan Keluarga Kabupaten Pati khususnya angkatan 2009. Tibalah saatnya kami di penghujung jalan tepat di depan menunggu jalan untuk ditapaki masing-masing menuju masa depan. Kita tahu bahwa cepat atau lambat perpisahan itu akan terjadi. ketika kita sudah fokus untuk menggapai mimpi yang selama tiga tahun kita rangkai dengan peluh dan duri. Namun, perpisahan adalah sebuah keniscayaan bukan? Kita hanya tinggal menunggu waktu saja. ketika hal itu tiba maka bawalah semua kenangan bersama dan ingatlah bahwa mereka termasuk dalam tokoh yang membangun cerita dalam drama hidupmu. IKKP 09 sudah mencapai akhir cerita. Kami ingin menutupnya dengan manis, sehingga rencana melakukan perjalanan bersama langsung terbersit di benak kami.


Pada hari Rabu (18/9) IKKP Angkatan 2009 mengadakan kunjungan ke rumah salah satu anggota IKKP lainnya, Mauridatul Hany di desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Hany, begitu dia sering disapa, memang sering menjadi tujuan kami berwisata untuk sekedar melepas penat atau justru mencari aktivitas di tengah masa-masa menunggu ‘panggilan’ dari Kemenkeu yang terkadang menjemukan. Sudah sejak lama, Hany mengundang kami untuk datang ke rumahnya. Sejurus kemudian, mata kami langsung berbinar karena sudah mengetahui kebiasaan Hany ketika menjamu temannya yang singgah di rumahnya. Limpahan es kopyor dan sajian makanan laut akan membuat siapa pun yang pernah mengunjunginya ingin kembali lagi ke sana. Kopyor bukan menjadi barang yang langka dan mewah di sana. Pohon kelapa jenis kopyor tumbuh subur di daerah pesisir pantai yang berbatasan dengan Kabupaten Jepara tersebut.


Rencana awalnya hanya anggota perempuan saja yang akan pergi ke sana, yaitu Milki, Lani, dan Fidei. Kami akan mengadakan perkumpulan rutin arisan yang bernama Arisan Permata. Walaupun namanya Arisan, kami tidak sungguh-sungguh mengadakan ritual arisan yang biasanya diadakan. Ini hanyalah sebutan untuk agenda kumpul dan curhat bareng antar sesame perempuan. Namun setelah dirasa akan cukup sepi jika Cuma kami bertiga sditambah sang tuan rumah, timbul ide untuk mengajak anak laki-laki. Kebetulan mereka memang ingin melancong ke rumah Hany untuk terakhir kali sebelum berangkat mengemban tugas Negara. that’s why it’s gonna be precious trip :’)


Sekitar 6 motor beriringan membelah jalan Pati-Trangkil yang sekedip pun tidak absen dari kendaraan. Begitu ramainya lalu lintas di jalan ini sehingga perjalanan agak sedikit terhambat. karena satu dan lain hal, Milki dan Lani memilih untuk mengendarai angkutan umum menuju Tayu. Ya, Kecamatan DUkuhseti memang berbatasan langsung dengan Kecamtan Tayu. Setelah sekitar 1,5 jam perjalanan, rombongan bikers dan umbalers sampai di rumah Hany yang tampak selalu sibuk karena diapit dengan aktivitas usaha bahan bangunan milik keluarga dan bengkel milik tetangga.


Kedatangan kami tidak hanya disambut oleh Hany, tapi juga 2 anak kecil yang tanpa sungkan memperkenalkan diri. Mereka adalah adik dan keponakan Hany yang hampir seumuran. Kunjungan kami pun semakin bersemangat walaupun cuaca di luar sangat menyengat. Alhamdulillah, Hany cepat merespon gerak gerik kami dengan menyajikan es kopyor untuk kami. belum cukup, datanglah satu baskom besar berisi bongkahan es batu dan serutan kelapa lezat itu bagi yang merasa kurang.


Makan siang mewah disiapkan Ibunda Hany untuk kami semua. Mewah karena lauknya yang berisi bermacam-macam hasil laut mulai dari kerang, udang, kepiting, hingga ikan membuat kami bingung menentukan pilihan. Terima kasih untuk jamuan yang menyenangkan ini, Hany J


Selepas makan, sholat, dan beristirahat sejenak, kami memutuskan untuk main ke pantai. Tidak seperti sebelumnya, kami mencoba merasakan sensasi pantai yang belum pernah kami datangi berkat rekomendasi Fidei. Lokasinya sangat dekat dengan Benteng Portugis yang sudah menjadi objek wisata yang umum. Sekitar 200 meter, ada pantai yang masih jarang dijamah orang, namanya Pantai Gua Manik. Topografinya yang menjorok ke laut dengan hamparan pasir dihiasi batu karang kecil mengingatkan saya dengan pantai-pantai eksotis di Gunung Kidul, Yogyakarta. Bedanya, disini masih sepi dan minim fasilitas untuk wisatawan. Makanya pantai ini hanya seperti objek wisata local untuk penduduk sekitar. Keuntungannya adalah kebersihan dan keasrian pantai ini masih tetap terjaga. Kami pun bisa bermain dengan leluasa layaknya anak kecil yang sudah lama tidak bermain air.


Yah, mumpung kami belum resmi menjadi orang dewasa (diangkat menjadi pegawai) momen-momen seperti ini tidak boleh terlewatkan.  Karena Kami tidak tahu kapan bisa berkumpul lagi secara fisik, bersenda gurau tanpa berpikir hal-hal yang selalu dipusingkan oleh orang dewasa. Jodoh, Karir, Rezeki sudah ada yang mengatur. Jalani saja kehidupan ini dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas tanpa merasa iri terhadap orang lain, insya Allah hati jadi tenang J


Di hamparan pasir jernih ini, kami menuliskan IKKP 09 dan mengabadikan momen bersama, berharap suatu saat nanti bisa berkumpul lagi seperti ini dengan keadaan yang sudah berbeda. Semua sudah tersenyum menggapai mimpi masing-masing, menjadi orang yang kebih bermanfaat lagi bagi diri sendiri dan orang lain namun  tetap selalu bersyukur. Mungkin kita berpisah saat ini, namun sempatkanlah untuk mendoakan teman-teman agar bisa meraih sukses bersama dan tetap berpegang teguh pada agama. Karena sesuai friman Allah dalam Al Qur’an, tiap-tiap mukmin adalah saudara. Jadi harus saling menolong dan mendoakan :)

“Janganlah berjalan di depanku; aku tidak akan mengikutimu. Jangan pula berjalan di belakangku; aku tidak akan memimpinmu. Berjalanlah di sampingku dan jadilah sahabatku.”(Albert Camus)

Semoga Sukses untuk IKKP 09! :))









:: original version of "IKKP: A Moment to Remember", one of post in ikkp-stan.com. check this out for further information about my homebase in Jakarta :))

Jumat, 26 Juli 2013

Trial and Yummy! #4: Bakpau isi Ayam Pedas: Enak & Menggemaskan!





Untuk 10 buah roti kukus yang besar

Bahan  dan bumbu isi:
- 250 gram dada ayam atau daging ayam, potong kecil, tipis panjang
- 1 butir bawang bombay, belah dua, iris tipis
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1 sendok teh saus tiram
- 1 sendok makan kecap manis
- 1 sendok makan kecap asin
- 5 sendok makan saus sambal botolan
- 4 sendok makan saus tomat botolan
- 1 sendok makan cabai rawit dihaluskan (jika kurang pedas)
- 1/2 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok teh kaldu bubuk (optional)
- 1/2 sendok makan gula pasir
- 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan roti:
Bahan starter/biang (A):
- 100 ml air hangat
- 2 1/2 sendok teh ragi instant, pastikan fresh dan cek tanggal kedaluarsa (saya pakai Saf Instan)
- 130 gram tepung Hongkong atau tepung pau (saya menggunakan tepung terigu protein tinggi Cakra Kembar)

Bahan untuk adonan roti (B):
- 370 gram tepung Hongkong atau tepung pau
- 125 gram gula pasir
- 2 1/4 sendok teh baking powder, pastikan masih fresh
- 5 sendok teh margarine/mentega putih, bisa menggunakan margarine biasa hanya saja adonan pau anda akan berwarna sedikit kekuningan.
- 1/4 sendok teh garam
- 100 - 115 ml air


Cara membuat:
Membuat isi roti kukus
Anda bisa membuatnya satu hari sebelumnya dan simpan di kulkas. 


Siapkan wajan, panaskan minyak. Masukkan potongan daging ayam, minyak wijen, saus tiram, kecap manis, kecap asin, aduk rata. Masak hingga daging ayam berwarna pucat dan empuk. Masukkan bawang bombay, merica, kaldu bubuk, aduk rata. Masak hingga bawang layu. Tambahkan saus tomat dan saus sambal, aduk rata dan masak hingga semua bahan matang dan ayam agak sedikit mengering. Cicipi rasanya, jika kuranga sin tambahkan sedikit garam. Angkat dan dinginkan. 

Membuat adonan roti
Starter/biang (A)


Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan air hangat kuku dan ragi instant, aduk rata hingga ragi larut. Pastikan air jangan terlalu panas dengan mencelupkan ujung jari anda, jika air terlalu panas ragi akan mati. Masukkan tepung pau, aduk rata dan uleni sebentar hingga menjadi bola adonan yang kasar. Tutup dengan kain dan biarkan selama 15 menit. 

Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung pau yang telah diayak, tambahkan gula pasir, baking powder dan garam. Aduk rata. Masukkan adonan A (starter/biang saat ini terlihat mengembang dan ketika di buka adonan terlihat berongga-rongga). Tambahkan mentega putih dan air. Aduk dan uleni hingga semua bahan tercampur baik. Tambahkan air sedikit jika adonan terasa terlalu kering dan tercerai berai.


Uleni adonan hingga kalis dan tidak menempel di tangan. Anda bisa memindahkannya ke atas meja bertabur tepung untuk memudahkan menguleni adonan. Uleni selama 20 menit. Adonan yang terbentuk halus dan lentur. Bentuk menjadi bola. Olesi permukaan mangkuk bekas adonan dengan sedikit minyak, letakkan bola adonan di mangkuk, tutup dengan kain dan istirahatkan selama 1 - 1 1/2 jam. Adonan akan mengembang lebih dari 2 kali lipat. 


Kempiskan adonan, uleni sebentar untuk menghilangkan gas yang terperangkap di dalam adonna. Bagi adonan menjadi 10 bagian (berat @ 100 gram), jika anda akan membuat versi raksasanya seperti yang saya buat. Atau menjadi 20 bagian dengan berat masing-masing 50 gram. Bulatkan masing-masing potongan. 


Letakkan sepotong adonan diatas meja, gilas dengan kayu penggilas dengan ketebalan +1 - 1,5 cm, pastikan bagian tengah lebih tebal agar roti tidak berlubang dan pecah saat diisi dengan isian ayam. Berikan 1 1/2 - 2 sendok makan adonan isi (porsi takaran tergantung besar kecilnya roti yang akan anda buat). Tarik bagian pinggir adonan ke tengah dan gabungkan hingga semua bagian tepi adonan berkumpul di tengah dan menutupi adonan isi. Tekan ujung adonan dengan jari agar rapat dan tidak terbuka saat dikukus. Posisi roti saat dikukus bisa dua cara: roti di balik dan bagian yang smooth di atas atau biarkan saja seperti saat ini.


Alasi setiap bagian adonan roti dengan kertas minyak, saya menggunakan kertas minyak yang umum untuk mengalasi stoples kue kering. Lakukan hingga semua bagian adonan dan isi habis. Pastikan adonan selalu tertutup kain saat anda bekerja agar permukaan adonan selalu lembab. Tata adonan di atas meja/loyang, tutupi dengan kain bersih dan istirahatkan selama 15 menit. 

Panaskan dandang kukusan hingga airnya mendidih, masukkan adonan roti beserta dengan kertas minyak yang melekat di bagian bawahnya. Tata di dandang jangan sampai berdempetan. Dandang kukusan saya hanya muat 2 roti setiap kali mengukus. Tutup permukaan kukusan dengan kain putih, dan tutup dengan penutup dandang. Kukus selama 15 menit, hingga roti matang. 

Buka penutup kukusan, biarkan roti sejenak di kukusan agar sedikit mengeras. Roti yang masih panas sangat empuk sehingga mudah rusak saat diangkat. Letakkan roti di piring saji dan sajikan hangat-hangat. Enjoy!


copyright: Justtryandtaste.blogspot.com

Senin, 15 Juli 2013

Dear My Friend :')


Ini adalah tulisan orang yang patah hati. yap benar sekali. saya sedang patah hati. cara satu-satunya mengalihkan perhatian dari perasaan ini hanyalah dengan menumpahkannya dalam tulisan ini. bukankah patah hati merupakan hal yang biasa bagi 'anak muda' ? iya memang benar. tapi ini beda, benar-benar beda. karena saya patah hati dengan orang yang aku anggap dekat sekali 3 tahun ini. dan saya menyayangkan kecerobohan saya terlalu mengabaikannya tiga tahun terakhir ini. apa saya terlalu ignorant sampai-sampai saya tidak bisa memahami dan mengetahui impian dan cita-citanya? rencana jangka pendek jangka panjang, masalah yang mengganjal hatinya sampai harus dicolokkan sendiri ke mata saya. terpampang nyata dan jelas. di saat itu lah saya memang tidak bisa menjadi teman yang baik bagi siapa pun. teman ga mampu apalagi sebagai saudari. sister fillah must have extinct :l 

Patah hati ditinggal pacar bukankah hal biasa. kalau patah hati ditinggal nikah itu baru sesuatu. kali ini saya bukan ngomongin pacar atau TTM atau friendzone apalah itu. tapi saya ngomongin teman, sahabat, saudara (ini dari sudut pandang saya) berjibaku di STAN. teman satu atap. namun jarang sekali kami ngobrol dan pergi bersama, bercerita dan bermimpi tentang masa depan, saling mengingatkan dan memotivasi dalam kebaikan. justru dia lah yang selalu tampil dengan senyumnya yang tulus dan unyu tentunya. me? kadang senyum kadang jutek. kadang ceria, kadang muram. sepertinya belum pernah sekalipun saya melihat raut marah terlukis di air mukanya? that's the power oh sincere, patience, and husnudzon? banyak hal yang saya pelajari darinya. tidak cukup tiga tahun untuk mengenalnya sebuah sms masuk berhasil membuatku terbelalak dalam sekejap. ya, dia akan menggenapkan setengah din-nya dalam waktu dekat. kemungkinan besar tahun ini. bahkan kami jarang sekali membiacarakan soal munakahat kecuali ketika main-main ngledekin saya *miss that moment* 


Hal yang aku kagumi adalah hal yang membuatku berpikir keras mengapa dia seberani itu? dia masih muda. masih banyak mimpi yang sempat aku dengar darinya yang begitu menggebu kala itu. sikapnya yang ramah, ceria, baik membuat setiap orang irresistable to love her. dia sendiri tidak berharap untuk dicintai dalam arti sebenarnya oleh orang lain. cinta ya ketika nanti ikatan resmi di hadapan Allah sudah ada. ketika saya mendengar sepenggal proses perjalanan menuju sunnah Rasul ini membuat saya merinding. merinding karena takjub dengan "sami'a waato'na" (dengarkan dan kerjakan) kepada Allah melalui orang tuanya. 

Awalnya dia tidak pernah terbayang akan segera meningkatkan status menjadi seorang istri dalam waktu secepat ini. berpikir bahwa umur 25-an baru lah pantas dia menikah. hal ini juga yang saya tau ketika kami sedang share di kosan, a 'pajamas party' bahkan saya yang justru menargetkan lebih cepat belum punya nyali besar untuk mengeksekusi. nyali mungkin istilah yang paling mudah disampaikan dibanding kesiapan jasmani dan rohani. it seems lil more complicated. 

I ask her " why now?" "mungkin memang sudah waktunya mil Allah memberikan jodoh untuk aku" "kamu ingat ga ketika umurku menginjak 20 tahun kemarin aku pernah bilang sm kamu Milk 'World seems darker' mulai saat itulah aku sudah berpikir mengenai ini"

"maksud dari segala maksud adalah menghindari fitnah. sebab haditsnya gitu, kalau sudah ada orang shaleh yang datang tapi kita tolak, akan ada fitnah (entahlah apa fitnahnya)"

"kalau ngikutin hati dan logika ya belum siap, Milk. Tapi, apakah tahun depan siap? apakah 10 tahun lagi siap? learning by doing ceritanya =)" kata-katanya yang hanya berupa pesan singkat ini pun telah mampu menggambarkan tekadmu yang bulat, tanpa keraguan. walaupun aku tidak bisa melihat ekspresimu secara langsung. kamu selalu yakin dengan apa yang telah kamu putuskan. "aku ga nyangka ketika setelah aku lulus, selang beberapa waktu ada orang yang 'menanyakan' aku melalui Abi" "kenapa dengan ****?" "kirain pun nggak dengan dia Milk. tapi itulah ya. Abiku sudah tuma'ninah dengan orang ini. aku juga heran. sebelumnya pun ada yang nanyain aku (melihat sudah lulus kali ya)hehe. Tapi Abi bilang 'masih kecil' tentu saja sempat drama-drama air mata gitu Milk. tapi sekarang sudah settled. sudah dari bulan Februari pergulatan batin" "Aku pun ngga ada yang seneng sama seseorang (ada sih tapi sekadarnya) dan ga ada kriteria khusus untuk jadi calon suami. yang penting "Dipilihin Abi" 

Ga sadar, mata ini langsung basah setelah membacanya. mungkin sudah banyak cerita ukhti yang mengalami proses ta'aruf seperti ini. tapi baru kali ini saya menemui orang yang begitu dekat dan lumayan dikenal yang mengalaminya secara langsung. it's just too amazing. Allah make it her way so beautiful. "yang penting dipilihin Abi" that makes speechless since it's rare in this world bahkan ketika saya membayangkan posisi saya di tempatnya, sungguh sulit bagi saya untuk menerima. walaupun orang itu baik, tapi aku belum mengenalnya belum mengetahui perangainya. lalu bagaimana nanti menjalankan biduk pernikahan. kataorang memang pernikahan itu pacaran yang sesungguhnya, mulai dari nol. pedekate dan saling menyelami satu sama lain. 

How sweet it is if we get the process this right. however, maybe i am just too scared. bahkan ketika saya membayangkan bahwa pasangan yang sudah mengenal lama pun belum tentu terhindar dari riak-riak yang akan menerjang. maybe it's about the different meaning of love. married before love or love since married. aku akan selalu kagum dengan mereka yang telah memilih jodoh yang ditetapkan Allah untuk membimbingnya ke surga dengan berdiam dalam doa. tidak perlu aksi show off dan pengumbaran kalimat cinta. cinta tidak akan membantumu ke surga. rahmatNya lah yang bisa. bertemu dalam doa is sweeter than anything. could I? this process is right but i can't just accept it. my friend, my sister, you'll be heading the great path of your life. i just can hopefully wish you the best. the best family ever. semoga kalian menjadi keluarga pendakwah yang senantiasa melahirkan keturunan-keturunan yang menegakkan panji-panji kebenaran Islam. i can't imagine how wonderful yours is. insya Allah aku akan datang, melihatmu memakai mahkota duduk di pelaminan dengan seseorang yang harus membuatmu tersenyum. tidak perlu sepanjang waktu, cukuplah senyum kecil berseri yang seringkali mengembang di wajahmu. semoga kamu tetap ceria bahkan lebih daripada masa dulu. mungkin sekarang dan nanti aku akan menguraikan air mata. tapi ini adalah kebahagiaan untuk mengantarmu mengarungi bahtera yang penuh dengan riak. tenanglah dan percayakan semua pada nahkodanya. maka genggam erat dan jangan pernah berpikir untuk melepaskannya. karena kamu tau hanya dia yang akan menuntunmu ke surgaNya. walaupun belum sah, aku mau mengucapkan barakallahu lakuma wabaraka 'alaikuma wajama'a bainakuma fii khoir semoga menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warahmah

Jumat, 28 Juni 2013

Trial and Yummy! #3: Roti Bun Susu

Selama di rumah Mbak, hasrat memasak saya semakin menjadi-jadi. entah kenapa suasana disini mendukung untuk berkreasi atau lebih tepatnya bereksperimen. bedanya dengan di rumah Pati adalah disini banyak kritikus yang siap mengomentari habis-habisan atas hasil masakan saya. yaitu ada mbak ida, mas ari, dan mas kholid. kalau mbak ida lebih ke protagonis karena dia sebagai tutor dadakan saya. makanya apabila dia menghujat masakan saya, berarti dia memaki dirinya sendiri. hahaha. beda halnya dengan mas ari dan mas kholid. mereka tidak pandang bulu kalau ngomongin yg minus-minusnya. lama kelamaan standar masakan enak menurut mereka semakin tinggi saja. toh kritikus cuma bisa komentar ya, kalau turun ke lapangan berani? dan saya masih bisa puk-pukin diri sendiri :p

kalau di Pati, kota kecil yang masih menjunjung tinggi niai kekeluargaan dan kekerabatan, acara pernikahan tidaklah sesimpel seperti yang biasanya terjadi di Jakarta. simpel dalam arti semua tamu yang akan diundang hanya diberikan secarik kertas pemberitahuan tanpa ada bingkisan atau makanan dari yang punya gawe. berbeda jika kita tinggal di Pati, hampir semua orang masih mempertahankan tradisi "weweh" atau hantaran makanan ke keluarga dan tamu. di keluarga saya masih lengkap baik berupa nasi berkat maupun roti. nasi berkat adalah makanan yang paling saya tunggu kalau sedang di rumah. entah kenapa nasi pemberian orang yang akan punya hajatan itu dengan berbagai macam lauk yang ditaruh di sebuah bakul plastik ini jauh lebih enak dari biasanya. kata orang-orang sih memang sesuai namanya, nasi berkat penuh dengan keberkahan karena teriring doa sesuai dengan acara yang hendak diselenggarakan. tapi kalau kita percaya sepenuhnya jatuhnya jadi musyrik. makanlah dengan senang hati karena orang lain telah bersusah payah memberikannya untuk kita :)

Selain nasi, weweh yang umum diberikan adalah roti. namun kebanyakan orang lebih memilih untuk memesan di berbagai toko bakery yang menyediakan paket untuk hajatan. pengalaman saya ikut memesan roti hajatan ini, banyak sekali pilihan yang ditawarkan tergantung budget yang dimiliki. semakin banyak rasa, harganya bisa menjadi dua kali lipat. hampir tiap minggu mendapatkan kiriman roti di rumah, rasa penasaran saya semakin meluap-luap ketika melihat penampakannya yang begitu menggoda. terlepas dari rasanya yang biasa-biasa saja. permukaannya yang mengkilap menyembul merekah dengan taburan keju dan teksturnya yang lembut. saya putuskan: saya harus bisa membuatnya!

Dan obsesi itu pun hilang menguap (nb. saya mudah gonta ganti passion). ketika saya di rumah mbak, setiap hari saya browsing resep menarik namun mudah. tadaaa... ada puding roti nih yang (kelihatannya) enak. oke, rencana sudah ditulis di papan tulis otak. saya cari bahan di dapur, hanya ada satu yang absen: roti itu sendiri. solusi yang harusnya semudah nyalain motor beberapa meter ke alfamart di muka gang berubah menjadi mission impossible ketika mbak menchallenge saya untuk membuat sendiri rotinya. woow, challenge accepted. daaan hasilnya lumayaaan memuaskan. sampai saya harus melupakan keinginan membuat puding roti karena belum bisa move on dari keindahan roti tawar bulat. kenapa jadi bulat? karena mbak tidak punya loyang untuk loaf. tapi akhirnya saya berhasil menuntaskan obsesi saya akan roti khas hajatan ini. alhasil, saya gunakan loyang cake yang 11-12 tapi hasilnya beda jauh. haha. alhamdulillah menyenangkan diri sendiri ternyata ga sulit ya :)

walaupun ga sulit karena hanya sebuah resep dasar roti manis, kita harus tetap teliti. apalagi resep yang saya terapkan ini agak berbeda dari biasanya. biasanya saya liat tv kabel disini dengan saluran AFC, Bake with Anna Olson membuat adonan roti tidak sampai 5 menit. jangan tanya apakah saya sudah coba, karena saya gatot dengan resep ini. mungkin harus punya peralatan yang plek sama dengan Bu Anna ini. haha. nah untuk yang sekarang saya contek resepnya mbak menggunakan adonan biang bernama Water Roux. biang ini terbuat dari Susu cair (atau bisa diganti dengan Susu Evaporated) dan tepung terigu. dimasaka di api kecil sambil diaduk terus sampai menjadi bubur halus. ngoomong-ngomong Susu Evaporated, udah pada tau kan cara buatnya? campurkan susu bubuk full cream (saya pakai Dancow) 3 sendok untuk 1 gelas air hangat. 

to the point, saya mau membagi resepnya untuk teman-teman ya. here we go~



210 gr tepung terigu Cakra Kembar
56 gr Tepung terigu Segitiga Biru
42 gr gula halus
20 gr susu bubuk
6 gr ragi
1/2 sdt garam
22 gr mentega cair
85 gr air/ susucair/ susu evaporated
84 gr water roux

untuk water roux:
50 ml tepung terigu cakra kembar
250 ml air/ susu      (campur, panaskan hingga jadi bubur halus)


yuk langsung ke cara buatnya ya :)
1. pertama, buat adonan biangnya terlebih dahulu. setelah menjadi bubur halus, jangan langsung diproses lagi. dinginkan, kalau perlu masuk kulkas
2. mikser semua bahan kering dan cair menjadi satu (jika tepung terigu 250 gr ke atas jgn pakai mikser yang kecil, karena akan hangus. pakai tangan saja)
3. pastikan adonan menjadi kalis dan lentur. untuk membuktikannya, tarik adonan ke atas, apabila tidak putus dan tidak menempel berarti sudah siap dioven
4. Resting adonan minimal satu jam sampai mengembang 2 kali lipat. setrlah itu tinju tinju adonan dan resting kembali setengah jam
5. setelah resting kedua, tinju-tinju lagi dan bagi adonan sama besar lalu bulatkan dan tegangkan permukaannya dengan cara menarik bagian atas ke bawah (hampir seperti membuat bakso). setelah tertata di loyang istirahatkan kembali selama 1 jam. lalu olesi eprmukaanya dengan kuning telur dan air agar mengkilap
4. panggang dalam suhu 175 derajat Celcius selama 45 menit

voila, makan selagi hangat ya. bisa juga diisi dengan selai favorit kamu

Minggu, 09 Juni 2013

Sure you can do!

jika kamu yang membaca ini adalah seorang perempuan pasti mengerti rasanya dipuji oleh orang. awalnya ini menjadi sebuah kebanggaan untuk kita. padahal tanpa kita sadari itu bisa jadi boomerang yang membuat kita kufur nikmat.

itu lah mungkin yang membuat saya merasa cepat puas ketika ada yang ngomong "kurusan mil". hal itu sungguh sangat lebih membahagiakan daripada dipuji "cantik" oleh orang, bahkan orang yang baru kamu kenal. jadinya bukan seneng malah risih. saya disini bukan bermaksud untuk geer atau gimana. tapi ingin menyemangati diri. baru dibilang begitu aja udah seneng padahalpandangan tiap orang kan berbeda. bisa saja dia bilang kurus untuk menghibur saya atau bahkan menyindir. entahlah, saya hanya berharap usaha saya diapresiasi. usaha? usaha dengan makan terus dan bermalas-malasan. saya kan udah main badminton kemarin? main sekali saja dibanggain, ga bisa-bisa lagi. mana nih usahanya mil? katanya mau menjaga kesehatan dan penampilan? kesehatan dan penampilan yang bukan untuk dipamerkan ke siapa-siapa, tapi untuk kebaikan diri sendiri.

just share uneg-uneg sih. semoga saya bisa memenuhi target. aamiin. :))

ps: gaunnya bagus ya. semoga bisa jadi personal designer untuk diri sendiri. dan di foto itu bukan saya